
REALITANYANEWS, JAKARTA – Di tengah duka yang menyelimuti Sumatra akibat banjir bandang dan longsor, sebuah gerakan kemanusiaan lahir dari dunia olahraga Indonesia. Bukan berupa pertandingan, bukan pula perebutan medali melainkan aksi solidaritas melalui Charity Auction yang digagas Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Gerakan ini mempertemukan empati para atlet dengan kebutuhan mendesak para korban bencana. Di sinilah olahraga melampaui podium dan sorak penonton, berubah menjadi jembatan harapan bagi mereka yang sedang berjuang bangkit.
Lelang Amal yang Menggetarkan Publik
Charity Auction tersebut resmi dibuka pada 7 Desember 2025 dan berlangsung hingga 10 Desember 2025 melalui akun Instagram resmi penyelenggara. Seluruh dana hasil lelang tanpa potongan apa pun akan disalurkan kepada korban bencana di Sumatra.
Setiap item yang dilelang bukan sekadar barang, tetapi jejak sejarah, keringat perjuangan, dan nilai emosional yang selama ini menemani para atlet saat mencetak prestasi.
Daftar Barang Lelang dan Kisah di Baliknya
1. Raket Bersejarah Leani Ratri Oktila
Raket ini pernah berada di tangan seorang legenda parabadminton Indonesia. Leani Ratri Oktila menggunakannya dalam perjalanan meraih emas di Paralympic Tokyo 2020 dan Paris 2024. Harga pembuka: Rp 5.000.000.
2. Jersey Bertanda Tangan Coach Shin Tae-yong
Nama Shin Tae-yong bukan sekadar pelatih ia simbol perubahan sepak bola Indonesia. Jersey bertanda tangannya menjadi salah satu item paling diburu.
Harga awal: Rp 1.000.000.
3. Jersey Kualifikasi Piala Dunia Milik Marselino Ferdinan
Ini bukan jersey biasa. Ini jersey pertandingan resmi yang menjadi saksi ambisi Garuda melaju di Kualifikasi Piala Dunia.
Harga pembuka: Rp 1.000.000.
4. Jersey Rahmat Irianto
Gelandang tangguh namun berhati lembut ini turut menyumbangkan memorabilia dengan nilai emosional tinggi.
Harga pembuka mengikuti ketentuan panitia.
5. Sepatu “Bhinneka” dari Cak Hasan
Sepasang sepatu dengan filosofi keberagaman dan perjalanan panjang sang atlet.
6. Sepatu Juara LPTK Cup
Dua pasang sepatu tenis dan badminton yang menemani kemenangan di ajang LPTK Cup juga ikut dilelang—dua pasang, dua cerita, dua sejarah berbeda.
Solidaritas yang Lebih Kuat dari Bencana
Lelang amal ini menunjukkan bahwa prestasi olahraga bukan hanya dirayakan di lapangan, tetapi juga dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata untuk membantu sesama. Dari raket bersejarah hingga jersey bertanda tangan, setiap barang membawa pesan yang sama: kemenangan terbesar adalah ketika kita mampu meringankan beban orang lain.












