REALITANYANEWS, JATIM – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik besar pada Rabu, (19/11/2025). Awan panas guguran meluncur sejauh 5,5 kilometer menuju Besuk Kobokan dengan amplitudo mencapai 40 mm dan durasi letusan 16 menit 40 detik. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kemudian menaikkan status Gunung Semeru dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) pada pukul 17.00 WIB.
Akses Malang–Lumajang Ditutup Total
Kenaikan status ini membuat Polres Malang mengambil langkah cepat. Akses jalan utama dari Ampelgading (Malang) menuju Lumajang ditutup untuk menghindari risiko awan panas dan aliran lahar.
Kasat Lantas Polres Malang AKBP Muhammad Alif Chelvin Arliska mengatakan jalur tersebut kini tidak aman dilalui.
“Dari arah Lumajang sudah ditutup, dan dari sisi Kabupaten Malang kami imbau pengendara mengikuti penutupan sampai kondisi benar-benar aman,” ujarnya.Pengendara diarahkan menggunakan jalur alternatif Malang–Pasuruan–Probolinggo. Personel lalu lintas juga ditempatkan di titik strategis untuk penyekatan kendaraan dan memberikan informasi kepada masyarakat.
Polres Malang Siagakan 60 Personel
Selain penutupan jalur, dua peleton atau sekitar 60 personel Polres Malang disiagakan untuk membantu antisipasi darurat.
Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Polres Lumajang, BPBD, SAR, dan instansi terkait.
“Situasi vulkanik masih fluktuatif. Keselamatan warga adalah prioritas utama. Jika kondisi memburuk, evakuasi akan dilakukan segera,” tegasnya.178 Pendaki Terjebak di Ranu Kumbolo
Di sisi lain, sebanyak 178 orang masih bertahan di kawasan Ranu Kumbolo, termasuk 137 pendaki, porter, petugas PPGST, hingga tim Kementerian Pariwisata.
Kabag TU Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Septi Eka Wardhani, mengungkapkan kondisi medan tidak memungkinkan evakuasi malam hari.
“Risikonya sama besar. Gelap, licin, dan beberapa jalur rawan longsor. Untuk sementara mereka diminta bertahan sembari siaga jika sewaktu-waktu harus turun,” ujarnya.TNBTS juga menutup seluruh aktivitas pendakian Gunung Semeru, termasuk jalur menuju Ranu Kumbolo, hingga situasi dinyatakan aman. Pendaki yang sudah membeli tiket dapat melakukan reschedule pada jadwal berikutnya.
Erupsi Sejak Siang Hari: Aktivitas Semakin Menguat
Letusan terpantau pertama kali pada pukul 14.13 WIB dengan amplitudo 25 mm dan jarak luncur 5 km. Aktivitas kemudian meningkat kembali pada pukul 15.37 WIB dengan amplitudo 38 mm dan jarak luncur 5,5 km.
Kolom abu terlihat membumbung tinggi dengan warna kelabu pekat dan condong ke arah barat laut–utara.
PVMBG menetapkan beberapa zona yang wajib dikosongkan, yaitu:
- Radius 8 km dari kawah Semeru.
- Sektor barat hingga timur laut dalam jarak 20 km.
- Sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, terutama saat hujan karena potensi lahar.
Gunung Semeru: Gunung yang Tak Pernah Tidur
Sebagai gunung berapi paling aktif di Jawa, Semeru telah memiliki catatan erupsi panjang sejak 1818. Letusan besar tercatat pada 1994, 2020, 2022, 2024, hingga erupsi beruntun sepanjang 2025. Pola aktivitasnya yang terus berulang membuat kawasan di sekitarnya selalu berada dalam tingkat kewaspadaan tinggi.
Sumber: CNN Indonesia/Detik/Metro













