Beranda Metropolis Miris! Jarang Isi Token Karena Irit Pemakaian, Meteran Listrik Pasangan Lansia di...

Miris! Jarang Isi Token Karena Irit Pemakaian, Meteran Listrik Pasangan Lansia di Nias Ini Malah Dicabut Petugas

Kisah pasangan lansia di Nias viral setelah meteran listrik rumah mereka dicabut karena jarang membeli token listrik. (IG @folkkonoha)
Kisah pasangan lansia di Nias viral setelah meteran listrik rumah mereka dicabut karena jarang membeli token listrik. (IG @folkkonoha)

REALITANYANEWS, NIAS – Jagat maya tengah dihebohkan oleh sebuah kisah memilukan yang dialami sepasang lansia di Nias, Sumatra Utara. Meteran listrik di kediaman mereka dilaporkan dicabut paksa oleh petugas hanya karena pasangan tersebut jarang mengisi ulang (top up) token listrik mereka.

Kisah ini viral setelah dibagikan oleh seorang pengguna Facebook bernama Tanti. Ia mengaku menyaksikan langsung momen menyedihkan tersebut saat berkunjung ke kampung halaman mertuanya.

Cuma Punya 3 Lampu, Irit Malah Dicurigai

Di rumah sederhana tersebut, tinggal seorang kakek berusia 83 tahun bersama istrinya. Kehidupan mereka sangat bersahaja dengan penggunaan daya listrik yang sangat minim. Berdasarkan keterangan sang nenek, mereka memang sangat menghemat listrik sejak permohonan subsidi mereka disetujui pada Februari 2025.

“Di rumah itu hanya ada tiga lampu berdaya rendah dan sebuah rice cooker yang sesekali saja digunakan. Mereka terakhir isi token pada Desember 2025 dan masih awet karena jarang dipakai,” tulis Tanti dalam unggahannya.

Namun, penghematan yang dilakukan pasangan lansia ini justru menimbulkan kecurigaan petugas yang datang. Petugas mempertanyakan mengapa pulsa listrik di rumah tersebut tidak kunjung habis dan akhirnya memutuskan untuk mencabut meteran lama dan menggantinya dengan yang baru.

Diminta Bayar Rp600 Ribu dari Dana BLT

Hal yang paling menyayat hati warganet adalah saat pasangan lansia ini diminta membayar biaya sebesar Rp600 ribu atas penggantian meteran tersebut. Mirisnya, biaya itu diminta dari uang bantuan BLT yang baru saja mereka terima.

Detail Penggunaan ListrikKondisi
Peralatan Elektronik3 Lampu daya rendah & 1 Rice Cooker (jarang dipakai)
Isi Token TerakhirDesember 2025
Status ListrikSubsidi (Sejak Februari 2025)
Alasan PencabutanDicurigai karena token tidak cepat habis

Hingga berita ini diturunkan, unggahan tersebut telah menuai ribuan simpati dan kecaman dari warganet yang menyayangkan tindakan kurang persuasif dari pihak petugas di lapangan. Publik kini menunggu penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai prosedur pencabutan meteran tersebut.

Kisah ini menjadi pengingat pentingnya edukasi dan pendekatan yang lebih humanis bagi masyarakat kurang mampu di wilayah pelosok, agar penghematan energi tidak justru berbuah sanksi yang memberatkan.

Sumber: pojoksatu.id

BACA JUGA:

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini